Empat sahabat SMA bernama Raka, Naya, Gani, dan Mei menemukan mesin kapsul tua di kios sudut kota yang akan tutup. Dari mesin itu keluar benih dunia yang, saat dirawat, tumbuh menjadi kota mini lengkap dengan langit mungil dan warga seukuran semut. Dengan alat berbentuk lensa jam pasir, mereka dapat menyusut masuk dan mengeksplorasi tiap dunia. Di sana, waktu berjalan berbeda, teka-teki menanti di setiap sudut, dan cerita para penghuni kecil memperlihatkan cermin dari perasaan manusia yang sering terlewat. Seiring bertambahnya dunia mini, masing-masing mulai memantulkan keinginan tersembunyi para sahabat, sekaligus menimbulkan retakan halus antara realitas dan ruang kecil itu. Ketika kebocoran mulai memengaruhi kehidupan di apartemen mereka, keempatnya harus berkolaborasi dengan warga mini untuk menyeimbangkan kembali batas dua realitas. Dari pasar malam abadi sampai perpustakaan di atas awan, mereka belajar bahwa kebahagiaan sering lahir dari hal sederhana, dan keberanian tumbuh ketika berbagi keseruan bersama.